Organisasi Lini
Pendahuluan
Organisasi adalah
suatu tempat untuk mengungkapkan pendapat atau tempat untuk mencapai tujuan
yang telah disepakati. Salah satunya organisasi lini.
Pembahasan
Struktur organisasi lini adalah bentuk yang paling sederhana
dan paling tua dalam organisasi. Struktur ini menggambarkan tekanan bahwa
wewenang organisasi dipegang langsung oleh manajemen puncak atau manajer atas
yang di terapkan pada karyawannya untuk mencapai keberhasilan. Namun demikian
manajer-manajer departemen masih diberi kesempatan untuk membuat pengambilan
keputusan bagi departemennya, tetapi tetap dalam komando manajen puncak.
Organisasi lini didasarkan atas dasar wewenang langsung.
Masing-masing manajer bertanggung jawab untuk mangumpulkan dan memproses
informasi yang akan dikeluarkan departemennya bersama-sama dengan asisten
manajer dan bawahan lainnya.
Struktur organisasi lini lebih tepat diterapkan pada organisasi berskala kecil dengan lingkup dan volume kerja yang terbatas
Pada organisasi
lini dan staff, manajer dalam membuat keputusan dibantu oleh departemen
personalia, departemen hukum dan departemen penelitian beserta staffnya. Adanya
garis koordinasi antara president atau manajer puncak dengan departemen
personalia, hukum dan penelitian menunjukkan bahwa staff ketiga departemen
tersebut diberi wewenang untuk memberi laporan segala sesuatu tentang
organisasi perusahaan kepada manajer puncak.
Pada
struktur organisasi lini dan staff terdapat
tipe wewenang, yaitu :
Manajer lini mempunyai wewenang lini. Manajer lini mempunyai
wewenang langsung atas operasional departemen yang di bawahnya. Mereka
mempunyai wewenang untuk membuat keputusan dan untuk mendorong tindakan.
Staff manajer memiliki wewenang staff. Mereka dimaksudkan
membantu manajer. Mereka tidak mempunyai wewenang untuk memberikan perintah
atau usaha agar manajer membuat keputusan sesuai dengan keinginannya yang pasif
pada manajer.
Semua staff manajer diberi wewenang fungsional. Mereka
mempunyai wewenang untuk membuat keputusan dalam menjalankan aktivitas khusus
dengan personel-personel dari departemen lainnya.
Ciri-ciri organisasi lini dan staf adalah:
1.
Pucuk pimpinannya hanya satu orang dan dibantu
oleh para staf.
2.
Terdapat dua kelompok wewenang, yaitu wewenang
lini dan wewenang staf.
3.
Kesatuan perintah tetap dipertahankan, setiap
atasan mempunyai bawahan tertentu dan setiap bawahan hanya mempunyai seorang
atasan langsung.
4.
Organisasinya besar, karyawannya banyak dan
pekerjaannya bersifat kompleks.
5.
Hubungan antara atasan dengan para bawahan tidak
bersifat langsung.
6.
Pimpinan dan para karyawan tidak semuanya saling
kenal-mengenal.
7.
Spesialisasi yang beraneka ragam diperlukan dan
digunakan secara optimal.
Keuntungan dari organisasi dalam bentuk lini dan staf
adalah:
1.
Adanya pembagian tugas yang jelas antara
kelompok lini yang melakukan tugas pokok organisasi dan kelompok staf yang
melakukan kegiatan penunjang.
2.
Asas spesialisasi yang ada dapat dilanjutkan
menurut bakat bawahan masing-masing.
3.
Prinsip “the right man on the right place” dapat
diterapkan dengan mudah.
4.
Koordinasi dalam setiap unit kegiatan dapat
diterapkan dengan mudah.
5.
Dapat digunakan dalam organisasi yang lebih
besar.
Keburukan dari organisasi bentuk lini dan staf adalah:
1.
Pimpinan lini sering mengabaikan nasehat atau
saran dari staf.
2.
Pimpinan staf sering mengabaikan gagasan-gagasan
yang dikemukakan oleh pimpinan lini.
3.
Adanya kemungkinan pimpinan staf melampaui’batas
kewenangannya.
4.
Perintah lini dan perintah staf sering
membingungkan anggota organisasi karena kedua jenis hirarki sering tidak
seirama dalam memandang sesuatu.
Referensi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar