Selasa, 06 November 2012

Organisasi Lini



Organisasi Lini

Pendahuluan
 Organisasi adalah suatu tempat untuk mengungkapkan pendapat atau tempat untuk mencapai tujuan yang telah disepakati. Salah satunya organisasi lini.

Pembahasan
Struktur organisasi lini adalah bentuk yang paling sederhana dan paling tua dalam organisasi. Struktur ini menggambarkan tekanan bahwa wewenang organisasi dipegang langsung oleh manajemen puncak atau manajer atas yang di terapkan pada karyawannya untuk mencapai keberhasilan. Namun demikian manajer-manajer departemen masih diberi kesempatan untuk membuat pengambilan keputusan bagi departemennya, tetapi tetap dalam komando manajen puncak.
Organisasi lini didasarkan atas dasar wewenang langsung. Masing-masing manajer bertanggung jawab untuk mangumpulkan dan memproses informasi yang akan dikeluarkan departemennya bersama-sama dengan asisten manajer dan bawahan lainnya.
Struktur organisasi lini lebih tepat diterapkan pada organisasi berskala kecil dengan lingkup dan volume kerja yang terbatas



    Pada organisasi lini dan staff, manajer dalam membuat keputusan dibantu oleh departemen personalia, departemen hukum dan departemen penelitian beserta staffnya. Adanya garis koordinasi antara president atau manajer puncak dengan departemen personalia, hukum dan penelitian menunjukkan bahwa staff ketiga departemen tersebut diberi wewenang untuk memberi laporan segala sesuatu tentang organisasi perusahaan kepada manajer puncak.
          Pada struktur organisasi lini dan staff terdapat  tipe wewenang, yaitu :
Manajer lini mempunyai wewenang lini. Manajer lini mempunyai wewenang langsung atas operasional departemen yang di bawahnya. Mereka mempunyai wewenang untuk membuat keputusan dan untuk mendorong tindakan.
Staff manajer memiliki wewenang staff. Mereka dimaksudkan membantu manajer. Mereka tidak mempunyai wewenang untuk memberikan perintah atau usaha agar manajer membuat keputusan sesuai dengan keinginannya yang pasif pada manajer.
Semua staff manajer diberi wewenang fungsional. Mereka mempunyai wewenang untuk membuat keputusan dalam menjalankan aktivitas khusus dengan personel-personel dari departemen lainnya.

Ciri-ciri organisasi lini dan staf adalah:

1.       Pucuk pimpinannya hanya satu orang dan dibantu oleh para staf.
2.       Terdapat dua kelompok wewenang, yaitu wewenang lini dan wewenang staf.
3.       Kesatuan perintah tetap dipertahankan, setiap atasan mempunyai bawahan tertentu dan setiap bawahan hanya mempunyai seorang atasan langsung.
4.       Organisasinya besar, karyawannya banyak dan pekerjaannya bersifat kompleks.
5.       Hubungan antara atasan dengan para bawahan tidak bersifat langsung.
6.       Pimpinan dan para karyawan tidak semuanya saling kenal-mengenal.
7.       Spesialisasi yang beraneka ragam diperlukan dan digunakan secara optimal.

Keuntungan dari organisasi dalam bentuk lini dan staf adalah:

1.       Adanya pembagian tugas yang jelas antara kelompok lini yang melakukan tugas pokok organisasi dan kelompok staf yang melakukan kegiatan penunjang.
2.       Asas spesialisasi yang ada dapat dilanjutkan menurut bakat bawahan masing-masing.
3.       Prinsip “the right man on the right place” dapat diterapkan dengan mudah.
4.       Koordinasi dalam setiap unit kegiatan dapat diterapkan dengan mudah.
5.       Dapat digunakan dalam organisasi yang lebih besar.

Keburukan dari organisasi bentuk lini dan staf adalah:

1.       Pimpinan lini sering mengabaikan nasehat atau saran dari staf.
2.       Pimpinan staf sering mengabaikan gagasan-gagasan yang dikemukakan oleh pimpinan lini.
3.       Adanya kemungkinan pimpinan staf melampaui’batas kewenangannya.
4.       Perintah lini dan perintah staf sering membingungkan anggota organisasi karena kedua jenis hirarki sering tidak seirama dalam memandang sesuatu.





Referensi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar